Sukabumi-Kilasinfo.com- Suasana hangat penuh kebersamaan mewarnai perayaan Anniversary ke-35 Oakley Community yang dirangkaikan dengan kegiatan Halal Bihalal, Sabtu (4/4/2026). Momentum ini menjadi ajang mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat komitmen sosial komunitas di tengah masyarakat.
Kegiatan tersebut dihadiri Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi dari Fraksi Gerindra, Teddy Setiadi. Kehadirannya tidak sekadar seremonial, namun menjadi bentuk dukungan konkret terhadap eksistensi komunitas yang selama ini aktif dalam berbagai kegiatan sosial.
Perayaan berlangsung meriah dengan nuansa kekeluargaan yang kental. Selain menjadi ajang temu antar anggota, kegiatan ini juga diisi dengan aksi sosial berupa santunan kepada anak-anak yatim sebagai bentuk kepedulian nyata terhadap sesama.
Dalam sambutannya, Teddy Setiadi menekankan pentingnya menjaga kekompakan dan mempererat hubungan antar anggota komunitas.
“Silaturahmi harus tetap terjaga dalam kondisi apapun. Kebersamaan inilah yang menjadi kunci terciptanya kebahagiaan dan kekuatan dalam sebuah komunitas. Minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya kesadaran dalam berlalu lintas, khususnya bagi komunitas otomotif, agar senantiasa menjadi contoh positif di masyarakat.
“Keselamatan adalah prioritas utama. Komunitas harus menjadi pelopor dalam tertib berlalu lintas, sehingga kehadirannya membawa dampak positif,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Oakley Community, Endang Kusnadi, menyampaikan apresiasi atas kehadiran dan dukungan yang diberikan. Menurutnya, hal tersebut menjadi energi positif bagi komunitas untuk terus berkembang dan berkontribusi.
“Kehadiran dan dukungan ini menjadi motivasi besar bagi kami untuk terus menjaga solidaritas serta aktif dalam kegiatan sosial,” ungkapnya.
Kegiatan berlangsung lancar dengan penuh keakraban. Diharapkan, momentum ini tidak hanya mempererat hubungan internal komunitas, tetapi juga memperkuat peran Oakley Community sebagai bagian dari elemen masyarakat yang memberikan kontribusi nyata dan berkelanjutan.
(Sandra Wijaya)
