Kilas-Info.com Minahasa, 20 November 2025 — Kamis siang (20/11/2025) menjadi momen yang menegangkan sekaligus menggugah kepedulian masyarakat di Kecamatan Langowan Utara. Sebuah mobil dinas pemadam kebakaran Kabupaten Minahasa bernomor polisi DB 9651 B mengalami kecelakaan tunggal di Jalan Raya Desa Tempang Dua saat sedang melaksanakan tugas kemanusiaan.
Kendaraan yang dikemudikan N.T. (26) ini tengah melaju dari Kawangkoan menuju Kakas untuk menangani laporan kebakaran. Dalam situasi yang menuntut kecepatan dan ketepatan, takdir berkata lain. Di tengah perjalanan, mobil damkar tersebut tiba-tiba kehilangan kendali dan terguling di sisi jalan.
Di dalam kendaraan, J.P. (29), salah satu personel pemadam kebakaran yang turut bertugas, mengalami luka pada bagian kaki kiri. Meski dalam kondisi kesakitan, ia tetap berusaha tenang agar proses evakuasi dapat berjalan lancar. Berkat kesigapan warga sekitar yang tidak berpangku tangan, proses penyelamatan berlangsung cepat. Mereka berlari menghampiri kendaraan yang terbalik, membantu membuka akses, serta memastikan kedua petugas dapat segera dikeluarkan.
Sementara itu, N.T.—pengemudi yang selamat tanpa luka serius—terlihat terpukul. Ia hanya bisa menunduk, terdiam lama, sebelum kembali membantu petugas lain memastikan lokasi aman. Bagi mereka, kegagalan mencapai lokasi kebakaran bukan hanya tentang kecelakaan, tetapi tentang tanggung jawab yang terasa belum terselesaikan.
Tak berselang lama, Unit Lantas Polres Minahasa tiba di lokasi. Dengan respons cepat, petugas langsung melakukan olah TKP, mengamankan kendaraan dinas yang terguling, dan memastikan korban mendapat penanganan medis secepat mungkin. J.P. kemudian dievakuasi ke RS Budi Setia Langowan, dan kondisi terbarunya dinyatakan stabil.
Kecelakaan ini mengundang keprihatinan banyak pihak. Para petugas pemadam kebakaran, yang sering kali berada di garis depan menghadapi bahaya demi melindungi masyarakat, kembali menunjukkan bahwa tugas mereka penuh risiko. Mereka berangkat tanpa banyak kata, namun masyarakat sering kali lupa betapa berat peran yang mereka emban—hingga insiden seperti ini terjadi.
Kepolisian masih menyelidiki penyebab pasti hilangnya kendali kendaraan tersebut. Jalur yang dilalui memang dikenal memiliki beberapa titik rawan, sehingga Polres Minahasa mengimbau pengguna jalan untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama pada situasi cuaca atau lalu lintas yang tidak menentu.
Di sisi lain, apresiasi tinggi patut diberikan kepada warga Tempang Dua yang dengan spontan turun tangan memberikan bantuan. Di tengah situasi menegangkan, gotong royong dan empati masyarakat kembali terbukti menjadi kekuatan terbesar Minahasa. Warga sekitar, tanpa pikir panjang, berlari mendekati lokasi kecelakaan. Ada yang berteriak meminta bantuan, ada yang mencoba mengangkat bagian kendaraan, ada yang memanggil keluarga mereka untuk membawa alat seadanya. Tidak ada yang menunggu perintah. Tidak ada yang menunda.
Saat itu mereka adalah pahlawan bagi para pahlawan.
Insiden ini menjadi pengingat bahwa setiap sirene yang melintas bukan hanya tanda bahaya di suatu tempat, tetapi juga simbol keberanian, ketulusan, dan pengorbanan para petugas yang rela mempertaruhkan keselamatan demi menyelamatkan nyawa orang lain.
Semoga para petugas Damkar Minahasa diberikan pemulihan yang cepat, kekuatan baru, dan semakin banyak tangan-tangan peduli yang selalu siap mendukung mereka .
Ingrid F Rumetor
