Peran Strategis PJS Sulut: Media Dilibatkan Pemkab Bolmut dalam Advokasi Penanganan ATS

Advertisement

Iwo Indonesia

Iwo Indonesia

Peran Strategis PJS Sulut: Media Dilibatkan Pemkab Bolmut dalam Advokasi Penanganan ATS

Rabu, 19 November 2025

Kilas-Info.com BOLMUT, 19/11/2025–Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan terus memacu langkah strategis untuk menurunkan angka Anak Tidak Sekolah (ATS). Komitmen tersebut ditegaskan dalam pelaksanaan Forum Advokasi Komitmen Bersama yang digelar pada Senin, 17 November 2025 di Coffee Coconut, kawasan Batu Pinagut, Kecamatan Kaidipang. Forum ini melibatkan pemerintah kecamatan, pemerintah desa dan kelurahan, satuan pendidikan nonformal, serta menggandeng komunitas jurnalis sebagai mitra strategis, yakni DPD Pro Jurnalismedia Siber (PJS) Sulawesi Utara.

Kegiatan ini resmi dibuka oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra, Rachmat Pontoh, SH., M.Si., yang mewakili Bupati Bolmut Sirajudin Lasena, S.E., M.Ec.Dev. Hadir pula Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bolmut, Fadly Tadjuddin Usup, S.E., M.M., beserta jajaran dinas, para Sangadi, Sekdes se-Bolmut, serta perwakilan SKB dan PKBM.

Peran Jurnalis dalam Menekan ATS: Lebih dari Sekadar Meliput

Ketua DPD PJS Sulut, Butje Lengkong, yang hadir sebagai narasumber bersama Sekretaris PJS Sulut Steven Pande Iroot, menegaskan bahwa jurnalis memiliki peran strategis dalam upaya penurunan ATS. Dalam pemaparannya, ia menyebut bahwa profesi jurnalis bukan hanya menyampaikan berita, melainkan juga menjalankan fungsi kontrol sosial yang berpengaruh terhadap kesadaran publik.
“Kita bekerja sepanjang 1×24 jam di lapangan. Dari situ kita melihat langsung kondisi sosial, termasuk anak-anak yang terancam putus sekolah. Melalui tulisan positif, jurnalis mampu mendorong masyarakat memahami pentingnya pendidikan,” ujar Butje.

Ia menambahkan bahwa media memiliki ruang yang luas untuk melakukan pengawasan terhadap berbagai faktor penyebab meningkatnya angka ATS. “Banyak pemicu ATS, dan di situlah peran jurnalis untuk mengawal, mengawasi, serta mengangkat informasi yang memberikan solusi. Media adalah jembatan antara pemerintah dan masyarakat,” tegasnya.

Pemkab Bolmut: ATS Tantangan Serius Masa Depan Daerah

Dalam sambutan Bupati Bolmut yang dibacakan Asisten Rachmat Pontoh, pemerintah menegaskan bahwa persoalan ATS bukanlah angka statistik semata, melainkan mencerminkan wajah masa depan generasi muda. Ia menekankan bahwa setiap anak memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang layak.

“ATS adalah wajah nyata anak-anak bangsa yang belum memperoleh kesempatan yang sama untuk belajar dan berkembang. Mereka tidak boleh diabaikan,” ujar Pontoh.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa penanganan ATS membutuhkan kolaborasi lintas sektor yang kuat, mulai dari pemerintah kecamatan, pemerintah desa, satuan pendidikan nonformal seperti SKB dan PKBM, hingga dukungan masyarakat luas. Menurutnya, koordinasi yang kuat menjadi kunci agar program dan kebijakan dapat berjalan efektif.

“Sinergi lintas sektor sangat penting, mulai dari pendataan, penyediaan fasilitas pendidikan kesetaraan, hingga penguatan kebijakan daerah. Tanpa koordinasi yang baik, upaya menekan ATS tidak akan maksimal,” tambahnya.

Data Terbaru: 720 Anak Tidak Sekolah di Bolmut

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bolmut memaparkan bahwa jumlah ATS di kabupaten tersebut mencapai 720 anak, dengan sebaran terbesar berada pada kelompok usia remaja. Data ini menjadi pijakan penting dalam menyusun strategi penanganan yang lebih terarah, termasuk intervensi pada tingkat desa, pemetaan wilayah rentan, serta penyediaan layanan pendidikan alternatif.

Langkah-langkah strategis yang menjadi fokus antara lain peningkatan kualitas dan akses pendidikan kesetaraan, optimalisasi peran PKBM dan SKB, pendampingan keluarga, serta sosialisasi berkelanjutan mengenai pentingnya pendidikan formal maupun nonformal.

Kolaborasi sebagai Kunci

Forum Advokasi Komitmen Bersama ini menjadi ruang dialog penting bagi pemerintah daerah, tenaga pendidikan, dan para jurnalis. Melalui pertemuan tersebut, diharapkan terbentuk pemahaman dan komitmen yang sama dalam menyikapi persoalan ATS yang masih menjadi tantangan serius.

Kehadiran jurnalis sebagai mitra strategis menambah kekuatan baru dalam upaya edukasi publik dan pengawasan sosial. Pemerintah Bolmut meyakini bahwa pemberitaan yang berimbang, edukatif, dan konstruktif akan membantu mempercepat penurunan angka ATS di daerah.

Dengan adanya forum ini, Pemkab Bolmut menegaskan kembali komitmen bahwa tidak ada satu pun anak yang boleh tertinggal dalam memperoleh pendidikan. Karena masa depan Bolmut, sebagaimana ditegaskan dalam sambutan Bupati, sangat bergantung pada kualitas generasi muda yang mendapatkan kesempatan belajar secara layak dan merata.

Ingrid F Rumetor