Kilas-Info.com Manado, 16/11/2025— Atmosfer kegelisahan terus menyelimuti Pasar Bersehati. Deretan kasus pencurian yang terjadi berulang kali membuat para pedagang hidup dalam ketidakpastian, sementara publik dikejutkan oleh kabar bahwa Perusahaan Daerah (PD) Pasar Manado masuk dalam jajaran penerima BUMD Reward. Situasi ini langsung memantik reaksi keras dari berbagai pihak, termasuk LSM Garda Timur Indonesia (GTI).
Ketua DPW Manado LSM GTI, Morthen Karundeng, melayangkan kritik tajam yang menohok. Ia menilai bahwa PD Pasar Manado belum layak dan belum pantas menerima penghargaan apa pun selama persoalan keamanan di Pasar Bersehati masih dibiarkan tanpa penyelesaian nyata.
Menurut Karundeng, kondisi keamanan di pasar itu bukan hanya jauh dari kata ideal—tetapi “gagal total” dalam memenuhi standar perlindungan dasar bagi para pedagang. Ia menegaskan bahwa maraknya pencurian merupakan indikator jelas bahwa sistem pengawasan tidak berjalan sebagaimana mestinya.
“Selama kasus pencurian masih marak di Pasar Bersehati, PD Pasar tidak pantas mendapatkan predikat tersebut. PD Pasar harus bertanggung jawab atas barang-barang milik pedagang yang telah dicuri,” ujarnya dengan nada tegas.
Penghargaan Dinilai Tidak Tepat dan Bisa Menjadi Preseden Buruk
LSM GTI menyebut, penghargaan untuk sebuah BUMD bukan sekadar simbol prestise, melainkan bentuk pengakuan atas kualitas layanan publik. Bila sebuah perusahaan daerah tidak mampu menjamin keamanan paling mendasar bagi pelaku ekonomi rakyat—pedagang kecil dan masyarakat—maka penghargaan tersebut dianggap tidak berdasar dan bahkan berpotensi menurunkan kepercayaan publik terhadap objektivitas pemberi reward.
Karundeng menilai pemberian penghargaan di tengah situasi semacam ini bisa menciptakan kesan bahwa persoalan di lapangan diabaikan. Ia mengingatkan bahwa “penghargaan tanpa kinerja” justru akan menjadi bumerang yang merusak reputasi institusi.
Desakan Perbaikan Total: Dari Pengawasan hingga Kesiapan Personel
Dalam pernyataannya, Karundeng mendesak PD Pasar Manado untuk:
meningkatkan manajemen keamanan secara serius,
memperketat pengawasan di seluruh area pasar,
menempatkan personel keamanan yang benar-benar bekerja,
serta mengambil langkah konkret untuk menjamin keselamatan pedagang.
Menurutnya, pembenahan tidak cukup hanya pada tingkat administratif atau pencitraan, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata yang langsung dirasakan masyarakat.
Pedagang Menunggu Bukti, Bukan Sekadar Penghargaan
Bagi para pedagang di Pasar Bersehati, yang mereka butuhkan saat ini bukanlah atribut penghargaan untuk pengelola, tetapi jaminan rasa aman. LSM GTI menilai kondisi ini sudah berlangsung terlalu lama dan membutuhkan intervensi cepat, serius, serta terukur.
Karundeng menutup pernyataannya dengan nada keras: penghargaan yang diberikan tanpa dasar nyata bukan hanya tidak pantas, tetapi juga mengkhianati kenyataan di lapangan yang setiap hari dirasakan para pedagang.
(Tim)
