KilasInfo.com | SUKABUMI* – Desa Cisande, Kecamatan
Cicantayan, Kabupaten Sukabumi, kembali mengharumkan nama Jawa Barat. Desa
dengan luas 144 hektare ini berhasil menembus 50 Besar Ajang Desa Wisata
Indonesia ADWI dan menjadi unggulan program Gelari Pelangi tingkat Provinsi.
Pencapaian itu bukan datang dari proyek besar
pemerintah pusat. Melainkan dari gerakan warga sendiri.
"Status desa wisata ini lahir murni dari
inisiatif, kreativitas, dan kegotongroyongan warga lokal. Kami tidak menunggu
bantuan top-down. Kami bergerak dari bawah," tegas Kepala Desa Cisande,
Dasep Suryadi, Rabu 29 /7/2026.
Daya tarik Cisande bukan hanya pemandangan. Desa
ini membangun ekosistem agroedukasi yang bisa langsung dirasakan wisatawan.
Mulai dari budidaya ikan hias, lele, domba, _river tubing_, menanam padi,
membuat cincau, hingga kerajinan anyaman.
Kolaborasi dengan program Desa BRILian binaan BRI
juga menguatkan sektor pertanian produktif melalui budidaya durian dan jambu.
Di bidang kesehatan, ada inovasi "BUSERI" Seribu Seharidi posyandu
untuk pemenuhan gizi anak.
Menanggapi bantuan penanaman bibit pohon produktif,
Dasep menyatakan dukungan penuh terhadap pelestarian lingkungan.
"Penghijauan ini bukan seremoni. Ini modal
jangka panjang untuk ketahanan pangan dan untuk menguatkan daya tarik Desa
Wisata Cisande," ujarnya.
Bersama Ketua Pokdarwis Maman Mulyana, Pemdes juga
berkomitmen menjaga transparansi Dana Desa. Prioritasnya jelas: menguatkan UMKM
warga dan meningkatkan fasilitas edukasi anak.
Dasep juga mengapresiasi kehadiran mahasiswa dan
akademisi di desanya. Ia mendorong edukasi hukum dan administrasi terus
digencarkan.
"Kami bersyukur ada perspektif baru masuk ke
desa. Warga harus melek regulasi. Jangan sampai program bagus tapi kita tidak
paham aturannya," pungkasnya.
Keberhasilan Cisande menjadi bukti bahwa desa bisa
mandiri. Kuncinya: gotong royong, transparansi, dan keberanian mengelola
potensi sendiri.
( Red )

